Korban Geram Karena Polisi Melepaskan Riswanda, Penipu Kursus Bahasa

Pada 13 Mei  lalu, Riswanda pemilik Global Bahasa Speak Easy diboyong oleh para orang tua murid ke Polsek Kalideres untuk dimintai pertanggungjawabannya. Riswanda dituntut harus mengganti semua uang para korban penipuan kursus bahasa Global Bahasa.

Tina (29), salah satu korban penipuan promosi Global Bahasa Speak Easy Ruko Daan Mogot mengungkapkan bahwa pemilik owner sudah pernah diboyong ke kantor polisi namun hanya diamankan semalam (1x24jam), kemudian dibebaskan.

Alasan Polisi kepada orang tua dan murid Global Bahasa Speak Easy bahwa bukti untuk menahan Riswanda tidak kuat, oleh sebab itu Riswanda dibebaskan. Tina adalah salah satu orang tua murid yang mendaftarkan anaknya untuk ikutan kursus bahasa mandarin, yang harus membayar Rp8,9 juta untuk satu tahun kursus.

“Saya baru membayar Rp4,5juta pada Desember 2014, dan aktif belajar bulan Maret 2015. Namun setiap kali saya datang, guru pengajarnya tidak datang. Akhirnya saya komplain ke Riswanda sang pemilik kursus bahasa tersebut,” ujar Tina.

Tina dan para orang tua memberikan masa tenggang kepada Riswanda selama 8 bulan, namun tidak ada itikad baik dari Riswanda. Akhirnya dirinya mendatangi Global Bahasa Speak Easy Daan Mogot yang saat itu sudah dipenuhi oleh para orang tua.

“Hari itu saya dan orang tua murid lainnya memaksa memboyong Riswanda ke Polsek Kalideres pada 13 Mei lalu, untuk dilaporkan terkait dugaan penipuan yang dia lakukan. Namun sayangnya tidak ada tindakan dari Polisi untuk menyidik dan di-BAP,” terang Tina.

Di waktu yang sama Yuliana (45) salah satu korban juga mengatakan, bahwa terkait kasus penipuan yang dilakukan Riswanda ini, Polisi terlalu menyepelekan, pasalnya laporan para korban penipuan Riswanda tidak ditindak lanjuti.

“Terus terang saya kesal dengan polisi, yang mengabaikan kasus kita ini, bukti sudah jelas tetapi polisi malah membebaskan Riswanda. Sekarang Riswanda dan rekan-rekannya kabur menghilang. Tentu tak ada keadilan di pihak kami selaku korban,” ungkap Yuliana kesal.

Yuliana sangat berharap, polisi segera menangkap pelaku agar sindikat penipuan berkedok pendidikan ini tidak muncul lagi dan tidak ada korban lain yang merasakan hal serupa.

Korban selanjutnya Edo (23), Ia mengaku sempat belajar di Global Bahasa Speak Easy Taman Palm selama empat kali pertemuan dan kemudian tutup, dengan total murid hanya delapan orang. Dirinya sempat belajar tiga bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea dan harus membayar Rp8,9 juta di muka.

Edo berharap Riswanda segera ditangkap dan mengganti uang para korban, meskipun hal tersebut hal yang tidak mungkin. Intinya para orang tua korban datang melapor ke Polda Metro Jaya agar, kasus penipuan berkedok pendidikan ini tidak ada lagi dan Riswanda dihukum seberat-beratnya.

Riswanda robbed students and bought himself a new Repsol

Riswanda robbed students and bought himself a new Repsol

One thought on “Korban Geram Karena Polisi Melepaskan Riswanda, Penipu Kursus Bahasa

  1. Sama kasusnya di Balikpapan dengan pelaku yang diduga sama namun kedoknya adalah sarana gym dan kesehatan elit dengan nama modern fitnes. Salah search di youtube atau google. Sampai saat ini laporan ke kepolisanpun tak kelihatan hasilnya. Mereka kabur dengan mebawa uang milyar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s