The Truth About Rumah Bahasa: Horas Was an Abusive Fraud (Reader Post)

Hello Moderator,

I was working at the opening of Rumah Bahasa in Lotte Kelapa Gading; I was in fact their first teacher (my photo is actually on your article and I would love to see this relic gone forever), the whole thing was wrong from the start and it was Frendy’s fault. He told all staff during the first few weeks or “training” and pre-sales that he got all thing covered that he would get a lot of trained bules to teach, that the curriculum was getting prepared by a trained linguist. It all came down when 2 months from the tentative opening date, he confessed to me that he didn’t know how to write a curriculum for french and he wanted me to start with this one as it was my mother tongue.

Truth is, he never had anything in control, with the exception of sales. After finally recruiting, few willing teachers (local and expat), we started to write a method that could help to start giving the basic of our own languages to total beginner. It may have been clumsy but at least we didn’t totally looked like fools in front of students that paid to actually learn.

Frendy’s idea was to have “good-looking” expat teacher that would be easy on the eye of potential students, and I guess as well as for himself (cuci mata). Teachers were always on their own to develop and I took upon myself to try break down their work by giving some insight on what could be done with our students. I think we made it work somewhat, at least for sometime. The work environment was horrible, from Frendy’s abuse to staff, verbal mostly. Teachers also had to justify some of the company’s flaws on behalf of Frendy. I had students entering my class already in despair as they felt betrayed between what has been promised by the consultants (instructed by Fenty or Frendy) such as international certification, professionally trained teachers etc.

RB was never going to survive even if the teachers didn’t leave to go elsewhere. Frendy expanded his house of cards so quickly that money was already drying out within the 1st year. I left within a year of working there, after being harassed verbally and via email by Frendy Horas, and I’ve never looked back.

6 thoughts on “The Truth About Rumah Bahasa: Horas Was an Abusive Fraud (Reader Post)

  1. Dear Reader,

    Thanks for writing this post. I absolutely believe what you have to say. I have spoken with several previous teachers and they have all said similar things. Frendy did not know about education/writing curricula and he was too cheap to employ someone who would do it for him. The whole program was a ‘hit and run’ operation aimed at getting a lot of money while not investing in the future of the business. As you indicated, it was a House of Cards which was always going to collapse. On the other hand, I have decided to allow Indonesian teachers with a different view (that ILC is even worse) to have their say.

    I have removed your picture from the article from last week. If it is on other posts, I am happy to remove it too. Please give me the link. There are hundreds of posts on here now. Thanks.

  2. Hi Moderator , Paling tidak bagaimana dia menyelesaikan masalah yang harus kita lihat. Dia mencari guru – guru yang lulusan terbaik dan dipekerjakan untuk membuat kurikulum sesuai dengan bahasa yang ada. Dia paling tidak menyelesaikan kewajiban sesuai dengan apa yang beliau mampu untuk selesaikan , Paling tidak dia masih mau mendengarkan komplain and tatap muka dengan orang tua murid , Apakah kursus yang lain melakukan hal yang sama ? Saya tidak merasakan hal itu di ILC maupun DB. Silahkan lihat , bagaimana dia menyelesaikan masalah demi masalah , bahkan dia sampai meregang nyawa dan menyelesaikan sebagian masalah yang tidak 100% kesalahan dia di Rumah Bahasa Cinere , Paling tidak dia tidak menutup secaara tiba – tiba seperti GLC DB GBSE GBILC , Paling tidak dia membayarkan keringat pegawai sesuai dengan ketentuan yang dia buat sendiri , paling tidak dia masih mondar – mandir ketika Rumah Bahasa Kelapa Gading disegel karena kesalahan pengelolah Buana Bahasa sampai RB Kelapa Gading beroperasi kembali, paling tidak dia sudah masuk ke Rumah Sakit Pondok Indah sampai meregang nyawa , Paling tidak dia tidak lari bahkan yang saya dengar adalah dia rela menyerahkan diri kepada orang tua murid RB Cinere karena kesalahan Rekan bisnisnya , mana ada orang seperti dia ? Lihat TBI Informasinya , apakah pemiliknya bertanggung jawab sampai titik darah penghabisan seperti Mr. Frendy , Beliau memang masih muda tapi apa yang ia lakukan sudah sekuat tenaga sampai akhirnyapun kita tidak bisa melihat dia untuk selamanya , beliau di usia 23 tahun menanggung tanggung jawab dan menyelesaikan sebagian besar masalah Rumah Bahasa ,
    Bagi Mr. P (Indikasi untuk penulis RBInsider) anda tau dunia sales dari mana ? Anda bisa sampai di posisi sebagai manager di lembaga internasional anda darimana pengalaman anda? Anda memahami dunia bisnis pendidikan di Indonesia dari mana ? Harap berkaca karena jika manusia seperti kacang lupa akan kulitnya , maka ia adalah orang yang tidak tahu balas budi . Jika anda seorang expatriate , apakah anda tidak pernah diajarkan budaya balas budi di negara anda. Saya juga korban Rumah Bahasa : Gaji Telat sampai 15 hari , Rumah Bahasa Tutup dan ganti nama , tapi paling tidak saya dibayar sesuai dengan keringat saya.

    Moderator , memang kata “even worse” bisa kita letakkan kepada Rumah Bahasa namun tidak semuanya jelek , kita lihat bagaimana GLC pemiliknya pergi begitu saja tanpa ada penyelesaian , Apakah pernah Rumah Bahasa dipermasalahkan sampai ke Polda Metro Jaya seperti yang lain ? Tidak , kenapa ? Karena Mr. Frendy masih bertanggung jawab sebisa apa yang dia lakukan bahkan menjual barang pribadi miliknya untuk menyelesaikan refund dan gaji pegawai bahkan pembayarans sewa sampai lokasi tersebut ditutup. Silahkan tanyakan ke Mba Rista , siapakah yang membyar tunggakan Buana Bahasa ? Siapakah yang membayar tunggakkan sewa Mall Cinere ? Siapakah yang membayar tunggakkan Sewa Lokasi di Pluit , Bagaiman RB Bintaro juga masih berjalan semua , walaupun semua ganti nama tapi itu adalah cara dia untuk tidak membiarkan semuanya berakhir tanpa ada perjuangan . Beliau berobat dan sakit pun masih perhatikan Rumah Bahasa , mungkin memang ada orang – orang tamak seperti Fenty Teekla Firdaus Sugama , Husein Sastranegara , Riswanda , dan Jenty Lim yang memang mau menghancurkan Rumah Bahasa.

    Sekian semoga anda bisa melihat orang tidak pada sisi jeleknya tapi pada sisi baiknya pula

  3. Haloo Mas Moderator ,
    Tolong sih ya kita ngelihat semuanya aje , dari 2 sisi yang baik dan yang buruk – bener kata Mba / Neng Wanda kalo jangan lihat dari sisi buruknya aja , Tuhan aja masih mau ampuni manusia yang berdosa bahkan ada pepatah bilang “Bahwa manusia boleh menghakimi manusia lainnya asalkan yang menghakimi adalah manusia paling suci” – Hello , kita lihat deh minimal martabat orang Indonesia masih lebih baik daripada martabat ORANG BULE EROPA semacam “Marcell Stall” , Pak Frendy masih selesaikan beberapa perkara besar yang ada sebelum dia sakit dan tidak kuat urus RB kata teman – teman saya ex RB. Tapi “Marcel Stall” BULE EROPA yang ngakunya berkekuatan hukumlah , ngakunya professional lah , Tapi nyatanya ? Apa ? Apa? DB tutup tanpa pemberitahuan , Sedangkan RB ? Sampe skr aja masih ada bekas – bekasnya cuman ganti nama ganti pemilik karena mantan owner RB ga mau tutup tanpa perjuangan bener apa yang dikata sama Neng Wanda.
    Jangan lihat orang dari sisi Buruknya dong , buat Mas Pascal itu – Kalo dia dibilang Bule ga tau budi mau ? Eh dia ga tau malu juga masak pernah makan duit RB jelek – jelekin RB , emang RB ada utang sama si Pascal ? Kalo ada dibeberin aja di forum kebenaran ini , saya baru ketemu loh sama Mas Iyan bekas sales RB dia aja ngakuin kok kalo Pak Frendy mending dari Husein , tanya deh sama mas Iyan bekas sales pancinya Kuche dulu pindah ke RB lalu ke ILC. Tanya aja sama Azhari bekas OB RB ke Global Bahasa Speak Easy , tanya sama dia mending mana ? Tanya aja sama Miss Bunga guru Inggris RB tanya mengenai Pak Frendy itu gmana ? Tanya aja sama Opa Diki atau sama keluarganya , bagaimana Pak Frendy ? Tanya aja sama Miss Joe , bagaimana Pak Frendy ? Jadi jangan OMDO Doang , mau jelek – jelekin orang ? Please deh “Ngaca dulu”
    Salam ya dari Warnatul Jannah

  4. Hi,

    I am curios with miss W’s statement which stated FH has passed away in RS PI. Is it real? Or someone just spread a hoax?

    FYI, i was one of student in RB lottemart kelapa gading and would like to thank Miss K to let me know about RB management style. Actually it was kind of warning from her.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s