Ribuan Peserta Global Language Centre Lapor Ke Polres

Ribuan peserta kursus Bahasa Prancis dan Inggris Global Language Center (GLC) Cabang Bekasi, merasa tertipu, karena tiba-tiba tempat belajar mereka tutup.

Akibatnya, beberapa orang tua yang sudah membayar uang belajar dua bulan kedepan melaporkan pengelola tempat kursus itu ke Polresta Bekasi Kota, Rabu (8/4).

Selain itu, beberapa peserta kursus juga ikut melapor karena merasa dirugikan, “Saya sudah bayar Rp 1,3 juta untuk biaya kursus, tetapi tempatnya malah tutup,” ujar Ika Kurnia Utami, 24, sambil mengatakan, saat dia ke lokasi di ruko di Pusat Perbelanjaan Mega Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi ternyata sudah tutup tanpa keterangan.

Ika menyebutkan dia tertarik kursus di tempat itu, berawal dari promosi pre-launching dari GLC yang menawarkan berbagai promosi menguntungkan, akhirnya Ika dan teman-temannya tergiur masuk ke tempat kursus ini.

Dalam promosinya, GLC menawarkan belajar gratis hingga 16 bulan sampai dengan perjalanan gratis ke Korea.

“Tapi kita gak bisa hanya bayar 1 bulan, minimal harus bayar 2 bulan dengan alasan minimal deposit Rp 650 ribu, saya pribadi langsung bayar Rp1,3 juta” ujarnya ketika dihubungi, (8/4).

Kecurigaan Ika dan teman-temannya saat dia ingin belajar, namun tempatnya tidak sesuai dengan promosi. Dalam promosi ‘pre-launching’ tempat kursus tersebut direncanakan membuka cabangnya, di Bekasi di dalam pusat belanja Grand Mall Kranji Bekasi, pada Juni 2014, namun pindah ke Mega Bekasi Hipermall di Jalan Amad Yani.

Sejak dirinya masuk di bulan November 2014, tempat kursus ini sudah bermasalah. Di bulan kedua siswa belajar, berbagai kelas bahasa sudah kosong. Kekosongan kelas disebabkan para guru mogok mengajar lantaran gaji belum dibayarkan.

“Katanya guru-guru pada mogok lagi karena gajinya di  Februari belum dibayarkan, padahal tenggat waktu turunnya gaji  Februari pada 5 Maret lalu,” ujarnya

Menurutnya, pihak pengelola harus bertanggung jawab dengan terhentinya proses pembelajaran bahasa di GLC. Sebab, seluruh siswa dan siswi telah membayar semua kewajiban yang diminta. Bahkan, salah satu diantara mereka sudah membayar biaya kursus hingga 8 bulan ke depan.

“Ada yang sudah bayar 8 bulan lagi, padahal dia baru ikut 1 bulan dan sekarang sudah ditutup,” jelasnya.

Selain Ika, Ribka Susilo, 45, beserta anaknya Mercy Rianto, 15, pun bernasip sama. Bahkan Ribka dan anaknya sudah membayar biaya kursus masing-masing sebesar Rp1.950.000 untuk 3 bulan.

“Kan lagi promo bayar 3 bulan gratis 1 bulan, jadi kita bayar saja sekalian,” ujarnya.

Pemantauan di lokasi, tempat kursus GLC sudah tidak ditemukan aktifitas belajar mengajar. Yang tersisa hanyalah beberapa orang guru yang akan menyerahkan surat pengunduran diri. Para karyawan GLC lainnya pun tidak terlihat masuk pada jam kerja. Di pintu masuk plang bertulisan ‘close’ pun tertera.

Global Language Centre atau GLC merupakan salah satu lembaga pembelajaran bahasa asing yang menawarkan 11 bahasa pilihan. Diantaranya, English, Mandarin, Japanese, Korean, French, German, Dutch, Spanish, Italian, Spanish, Bahasa dan Arabic. Lembaga tersebut memiliki cabang lainnya di Gajah Mada dan Pejaten Village. Untuk cabang di Kota Bekasi dibuka pada November 2014, dan telah mimiliki siswa didik sekitar 1600 orang. Akan tetapi, dua minggu terakhir, lembaga tersebut sudah tidak lagi membuka kelas. Puluhan guru yang mengajar pun terpaksa mengundurkan diri.

Sementara itu, Valent, 25, salah satu guru yang mengajar Bahasa Jepang mengatakan, dirinya terpaksa mengundurkan diri melihat situasi tempatnya mengajar saat ini. Bahkan, ada kemungkinan Valent keluar dari tempat tersebut dengan tidak mengantongi Gajinya dari bulan Februari lalu.

“Mau bagaimana lagi, ini juga sudah sepi. Pihak GLC pun belum menampakan diri, padahal janjinya akan datang pada jam 1 siang,” ujarnya di depan GLC pada pukul 14.30 WIB.

Menanggapi hal ini, Kasubag Humas Polres Kota Bekasi Ajun Komisaris Siswo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan. Sebab, laporan tersebut baru masuk pada Senin (6/4) lalu.

“Saat ini pihak pelapor masih akan diperiksa dahulu, baru kemudian akan ditindak,” tukasnya. Sementara pengelola yang didatangi di tempat kursus sudah tidak ada  sehingga belum bisa dikonfirmasi.

One thought on “Ribuan Peserta Global Language Centre Lapor Ke Polres

  1. saya dan 2 teman saya ambil kursus di GLC Gajah Mada, kami juga sudah bayar untuk 11 bulan kedepan, masing2 bayar Rp. 5.200.000,- dan kami belum sekalipun ikut dalam kelas ini karena ketika kami akan ambil placement test ternyata GLC Gajah Mada sudah tidak beropersi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s