“Where’s My Pay?”: Rumah Bahasa Chaos Continues

Yesterday we received the following comment from “Andy”. It gives us some good insight into the chaotic, irresponsible way that Frendy Horas runs his business. Fed up teachers were threatening to do a walk-out unless they were paid yesterday. We have received regular reports that salaries are often paid late and refunds may be delayed for months at a time. There is terrible churn in the schools, and teachers come and go with great frequency. The most popular topic of conversation is if and when teachers are going to quit. Two of their schools have already folded. How long can it be before this whole school chain implodes? Here is Andy’s comment:

Hi so up until now have u gotten your refund? I just enrolled last month in Emporium and last week i found out about this scandal. Today is the dateline given from frendy himself that he will pay his teachers’ and staffs’ salary. But about an hour ago,one of the teacher texted me and said they havent gotten it yet. The teachers are planning to leave today and if it is really happening than it’s no way im gonna leave without my refund

Incidentally, if anyone can tell us more information on how much Frendy Horas pays teachers, please let us know. How much does he pay monthly? Also is there a casual or hourly rate? We would be interested to receive more details.

One thought on ““Where’s My Pay?”: Rumah Bahasa Chaos Continues

  1. Saya adalah salah satu korban penipuan Rumah Bahasa Lotte Mall Bintaro.

    Berikut kronologis kejadian yang saya alami selama 6 bulan terakhir:
    Saya mendaftar di Rumah Bahasa Lotte Mall Bintaro pada Desember 2013 untuk masa kursus 1 tahun. Tenaga marketingnya menjanjikan bahwa kelas akan dibuka 15 Desember 2013 dan akan ada pemberitahuan selanjutnya jika kelas akan dibuka untuk mengikuti placement test. Sampai hari H, tidak ada pemberitahuan apapun dari RB Lotte Mall Bintaro.
    Saat saya datang ke tempat pendaftaran (bertemu dengan Sdr. Kris), pembukaan kelas diundur dengan alasan dokumen tertunda akibat Jakarta banjir besa dan ijin dari Diknas belum keluar (What the hell!!) dan dijanjikan akan dibuka awal Januari 2014 (tanggal pembukanan akan diinformasikan kemudian oleh Kris). Karena tidak puas dengan jawaban tersebut, saya menuntut refund dan diproses oleh Sdr. Faruk. Selain saya, ada juga Ibu Dita yang menuntut refund dengan alasan yang sama, yaitu RB Lotte Mall Bintaro melakukan penipuan. Fotokopi bukti-bukti yang diminta untuk keperluan refund sudah saya berikan ke Faruk dan ada tanda terima tertulisnya.
    Dijanjikan proses refund adalah 2 bulan sejak tanggal 25 Februari 2014. Ternyata sampai April 2014, uang refund belum juga dibayarkan. Malah Frendy Horas sendiri yang menelepon saya dan menyatakan diundur lagi dengan alasan akan dimeetingkan dulu dengan pengurus yayasan tanggal 5 Mei 2014. Sekitar tanggal 20an Mei 2014, Frendy Horas sendiri menelepon saya bahwa uang refund akan ditransfer di awal Juni (tanggal persisnya saya lupa). Kemudian, tanggal 6 Juni 2014 pukul 23.54 saya menerima SMS dari nomor tak dikenal (+12460100019) yang isinya sebagai berikut
    “Cust. Milana , Refund Rumah Bahasa On Process to BCA 358xxxxxxx(no account BCA saya) Please check to Bank 11Jun14 , Jika velum terima call +622129388049 Bag Refund”
    SMS ini saya tuliskan di sini persis sampai ke tanda baca dan typo errornya. Sampai sore ini, 12 Juni 2014 pukul 18.00 WIB saya cek account BCA saya, sama sekali tidak ada transfer yang masuk dari siapapun. Ketika saya berusaha menghubungi nomor telepon yang tertera di SMS, hanya terdengar nada sibuk. Ketika nomor tersebut di-googling, ternyata nomor tersebut adalah nomor RB Pluit yang sudah tutup beberapa bulan sebelumnya.

    Dalam hal ini, pihak Lotte Mall Bintaro, terkesan tidak dapat memediasi karena mereka juga tidak meminta ijin/ legalitas RB dari Diknas Tangerang Selatan. Selanjutnya pihak Lotte Mall juga terkesan lepas tangan karena RB Lotte Mall Bintaro “kabarnya” jadi buka dan dianggap tidak melakukan penipuan. Saya sendiri sudah pernah mengirim email pengaduan ke DitBinSus tapi tidak ada langkah yang dapat dilakukan DikNas untuk mengatasi masalah saya. Saat dicek ke website Direktorat Pembinaan Kursus & Pelatihan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, RB Pluit atau Kelapa Gading tidak terdaftar.

    Moral of the story dari seluruh cerita saya adalah RUMAH BAHASA, FRENDY HORAS, FARUK AHMAD DAN KRIS ADALAH PENIPU, A BIG FAT ASS LIAR!! Jangan pernah percaya atas penawaran mereka dengan segala brosur, kemudahan dan janji-janji lainnya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s