Guru Bekas Rumah Bahasa Bikin Laporan

Saya bekas guru part time di RB kelapa gading. Saya ngajar di sana pada tahun 2013. Di sana memang ada 1001 cerita yang gak enak buat murid maupun guru. Dulu saya pikir, gapapa saya kerja aja yang jujur dan serius, toh yang ngaco Frendy, bukan saya. Tapi lama-lama saya jadi malu kerja di sana, karena kebetulan ada 1 orang murid yang adalah kerabat keluarga saya (saya panggil dia tante), dia “terpaksa” belajar di sana karena waktu dia lagi tanya2 sama marketingnya, kartu kredit dia diambil dan digesek tanpa seizin dia. Itu yang jadi titik balik yang membuat saya memutuskan untuk cabut dari tempat itu.

Pas saya keluar, suasana di sana udah gak enak banget (sekarang udah 2 bulan saya gak ke sana, dan saya dengar sekarang lebih parah lagi). Guru2 marah, murid2 marah, orangtua murid marah. Kami para guru pernah telat dibayar sampai 10 hari (!), Bayangkan orang2 yang mengandalkan gaji di RB tanpa ada pemasukan dari tempat lain. One of my fellow teachers sampe gak bisa kerja karena gak punya ongkos buat ke RB. Karena kondisinya gini, guru2 ini juga akhirnya cabut dengan cara yang gak sopan. Mereka tunggu sampai gaji bulan lalu dibayar, trus mereka gak muncul lagi. Murid2 dibiarkan terlantar.

Tadinya guru2 punya 1 ruangan sendiri, tapi one day kita semua dipindahkan ke satu pojokan yang super sempit and they call it “ruang guru”. Sedangkan ruang yang tadinya buat guru dijadiin kantornya Frendy yang jarang dateng.

Frendy himself juga bukan orang yang pantas buat kerja di bidang pendidikan. Kata2nya suka kasar dan kurang berpendidikan. The way he treats his teachers juga seringkali no respect. Begitu ada parents yang marah2 dan nuntut refund, dia kabur. I would not anyone speak to me like that, and I’m so ashamed to have worked for someone like him.

One thought on “Guru Bekas Rumah Bahasa Bikin Laporan

  1. Setuju..cara Frendy berbicara di telefon sama sekali tidak santun. Saya masih menunggu refund uang saya sebesar 6 juta dari rumahbahasa bintaro. Berkas masuk ke Faruk, manajer RB bintaro bulan Februari dan Frendy berkeras mereka baru mau meeting masalah ini bulan Mei.kalau Rumah Bahasa memang profesional, manajemennya harusnya “student friendly” . Mereka mengulur waktu buka di Bintaro seolah tidak sadar student hinggq 3 bulanan seolah tidak menghargai customer yg sudah bayar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s