Multi-Language Schools in Jakarta: An Overview

Existing Multi Languages School in Jakarta are
1. International Language Center (ILC), Location at Poins Square Lebak Bulus , Mall Ciputra Grogol , The Saint Moritz Puri Indah , Supermall Karawaci , Mall of Indonesia Kelapa Gading , La Piazza Kelapa Gading , Blok M Plaza , Grand Metropolitan Mall Bekasi , and Supermall Surabaya. Owner is Husein Sastranegara , Head Office in Tanjung Duren.http://www.ilccourse.com (Before My Boss)

2. Dunia Bahasa ILC , Location at Kalibata City Apartment (Sakura D’Walk) , Summarecon Serpong , Lippo Cikarang , Paris Van Java Bandung , Citraland Surabaya , Ciputra Pekanbaru. Owner is Jenty Lim (Indonesian National) and Marcel Stall ( Dutch Guy). Head Odffice in Kalibata City.http://www.dunia-bahasa.com

3. Splash International , Location in Margonda Depok. President Director is Jupiter Saragih .http://www.splashinternational.co.id

4. Global Bahasa , Location in Cibubur , Festival Citylink Bandung , Istana Plaza Bandung , Medan (Defunct) , ITC BSD Tangerang Selatan. Owner is Glen Kumaunang and Mr. Kris.http://www.globalbahasa.com

5. Seven Languages Center , Location in Mall Cipinang Indah , Harapan Indah Bekasi , Botani Square Bogor. Owner is Cerson Hutabarat and Fadoli Nugroho ,http://www.7languagescenter.com

6. World Language Academy , location in Baywalk Mall Jakarta , Mall Ratu Indah Makassar , AEON Mall Tangerang Selatan (Soon). Owner is 2Brother are Ifan Halim and Budi Halim , former International Languages Center (ILC) Manager.http://www.myWLAcademy.com

7. Universal Language Center , location in Rawamangun. The news is not confirm yet. The owner is Bagus Jatikumoro.

8. Global Language School in MOI Kelapa Gading. Owner is not confirm yet.

9. Global Village in Lotte Mart Kelapa Gading. Owner is Taiwanese Guy.

10. Language and Beyond , Location at Bintaro , Owner is Aji. http://www.languageandbeyond.co.id

Defunct Schools:

1. Rumah Bahasa (Kelapa Gading , Pluit , Sunter , Bintaro ) , Owner Frendy Horas. (Before My Boss)

2. Buana Bahasa (Kelapa Gading , Sunter , Pluit and Cinere) Owner Ibu Tata and Ibu Anti. (Before My Boss) Mereka Tidak Bayar Gaji Saya

3. Speak Easy (Taman Palem , Daan Mogot , Tang City Mall , Plaza Buaran) , Owner Mr. Riswanda and Bpk. Walter (Before My Boss)

4. Global Language Center (Gajah Mada Plaza , Pejanten Village , Mega Mall Bekasi , Bogor Trade Mall (Defunct) , Cibubur Junction (Defunct) )

Owner is Fenty Teekla Firdaus Sugama and Yuda Firdaus Sugama (My First and Last Boss).

5. Rumah Bahasa Cinere (RBC) (Bukan Rumah Bahasa), Owner Bapak Yanuar Budhi dan Bapak Muhammad Hariri.
Dari semua sekolah itu , yang menurut saya paling parah adalah Global Language Center dan Speak Easy. Mereka tidak membayarkan gaji teman – teman saya. Refund Tidak dibayarkan. Saya dengar kemaren ada salah satu owner Rumah Bahasa Cinere depok yang bangkrut tetapi dia masih membayarkan refund student dan menyelesaikan masalah gedung. Namun yang2 ini GLC dan SE tidak bayarkan sama sekali. Kalau Rumah Bahasa sebenarnya itu bangkrut tapi ownernya pinter dijual semua ke pihak lain sehingga ia mengalihkan perusahaan ke orang lain.

Informasi mengenai GLC , Kalau ada yang mencari owner glc sebenarnya mudah karena keluarga Bapak Yuda itu orang kaya rata – rata dan keluarga Bapak Yuda juga kenalan orang – orang penting. Bu Fenty itu selalu tinggal di daerah Cibubur atau Bogor. Karena suaminya orang Bogor dan dia punya orang kepercayaan namanya Mba Ray, nama lengkapnya Ibu Rahayu Wahyuningsih. Buat student GLC pesen saya sih coba kontak langsung dengan owner kalau ga salah emailnya.fenty.glc@gmail.com .

Sekian dan Terima Kasih

One thought on “Multi-Language Schools in Jakarta: An Overview

  1. Extra Information About Global Language Center ,

    Fenty Teekla Firdaus Sugama sebelumnya pernah bekerja di Celebrity Fitness EX sejak jaman Celebrity Fitness buka tahun 2004, Katanya Fenty Teekla Firdaus Sugama itu adalah mantan distrik manager Celebrity Fitness. Coba mungkin ditelusuri dia dari Celebrity Fitness. Katanya Fenty itu adalah ponakan dari mantan menteri perhubungan EE Mangindaan , karena di GLC dia selalu membanggakan bahwa dia adalah ponakan menteri , bahkan dulu ada staff dari Imigrasi Jakarta Pusat di GLC Gajah Mada dan al hasil Imigrasi tidak bisa berbuat apapun yang membuat kita percaya bahwa GLC adalah perusahaan yang kuat. Saat ini orang yang diakui Fenty sebagai Omnya menjabat sebagai Wakil Ketua MPR. Saya juga pernah mendengar kalau Fenty itu punya rumah di komplek Raffles Hills Cibubur.

    Saat ini yang saya tahu semua sales dan merketing GLC rata2 mereka bekerja kepada sebuah tempat toko pengobatan kosmetik bernama ORISKIN, Kalian coba ke ORISKIN kalau mau ketemu dengan mantan mantan marketing GLC. Saya akan coba nyari tahu lagi tentang GLC untuk membantu student2 yang ingin mendapatkan refundnya

    Extra Information about Rumah Bahasa

    Rumah Bahasa dengan pemilik owner Frendy Horas , orangnya super cerewet , super detil , suka marah2 ga jelas, Tapi saya akui bahwa dia paling cerdik dari semua pemilik kursus terbukti dia bisa menjual semua Rumah Bahasa ke PT Pelangi Buana Bahasa dan pemilik perorangan lainnya. Rumah Bahasa adalah tempat kursus multi bahasa ketiga setelah Global Language School di MOI (Tempat saya kerja pertama) dan Pusat Bahasa Asing di Depok (Cinere). Rumah Bahasa didirikan di Kelapa Gading tahun 2013 Kebetulan saya adalah staff angkatan kedua. Rumah Bahasa itu hancur , menurut saya karena Frendy sebagai owner terlalu cerewet dan suka memberikan komentar pedas ke karyawan sehingga banyak yang resign dan jujur dia gajinya paling kecil dari semua tempat kursus bahasa. sehingga karyawannya gampang di bajak oleh pesaingnya.

    Rumah Bahasa itu terlalu banyak aturan dan terlalu banyak melakukan hal – hal yang tidak penting seperti memberikan hadiah liburan ke sales manager dan pasangannya , kemudian acara – acara guru2 yang tidak penting seprti outing2 yang menurut saya menghabiskan budget perusahaan.
    Rumah Bahasa itu manajemennya otoriter dan tidak bisa memberikan suara kita sebagai karyawan , tapi menurut saya mungkin dengan gaya otoriternya itulah yang kadang saya pikir paling ya lumayanlah. Rumah Bahasa itu banyak staff yang suka cari muka depan Frendy Horas , bahkan ada staff marketing yang paling saya rasa seperti ular berkepala dua , kalau ga salah namanya saya pernah search di google Angela Lovenia Chandra , yang maaf kata gayanya sok Ok. Jujur juga karena ini marketing manager saya resign dari RB, Karena bikin – bikin hal yang ga penting. Kemudian staff yang suka cari muka ada guru namanya Bu Titi yang suka ngasih laporan palsu ke Frendy Horas. Rumah Bahasa itu sistemnya ga ketat sistem keuangan karena terbukti hampir semua cabang staff salesnya pernah ngambil uang perusahaan dan selalu meperkerjakan sales – sales yang tidak jujur sehingga pada akhirnya tim customer servicenya adalah korbannya , dulu ada cs saya panggil “Bunda” dia kasian banget dapat timpaan masalah sales. Frendy Horas itu orangnya gampang dibohongin karena saya pernah dengar dari temen saya di Rumah Bahasa Cinere sebelum dijual ke pemilik baru kalau ada karyawan sepasang suami istri yang ngambil uang perusahaan sampe puluhan juta di Cinere, tapi saya ga tau namanya. Kemudian di Rumah Bahasa cabang Bintaro juga ada diambil sama sales managernya jutaan rupiah. Karena mungkin menurut saya Pak Frendy terlalu muda dan masih perlu belajar bisnis.

    Rumah Bahasa tidak mau mendengarkan omongan orang lain termasuk karyawannya , sehingga inilah pusat kehancuran dan kesombongan dari Frendy yang kadang suka menghina karyawan juga sih menurut saya ya.

    Extra Information about Speak Easy Global Bahasa ,

    Riswanda itu punya rumah di daerah Pamulang (Rumah pertama dia) , kemudian dia dulu pernah bekerja sebagai Iss (Cleaning Service) yang cerita adalah mantan manager Rumah Bahasa namanya Mas F******l sekarang dia kerja di ILC (International Language Center).
    Lalu Riswanda bekerja sebagai Manager di Dunia Bahasa ILC cabang Kalibata City, kemudian dia ermasalah karena menggelapkan uang customer Dunia Bahasa ILC kemudian dia membuka sendiri dan saya juga dengar katanya dia pernah buka di ITC Permata Hijau tapi tidak jadi buka dan uang customer juga tidak di kembalikan. Kemudian dia bertemu dengan orang bernama Kris dan dia mendirikan Global Bahasa kemudian Global Bahasa pecah ketika Kris akhirnya menggaet orang bernama Glen Kumaunang untuk membuka Global Bahasa di Cibubur , Riswanda bertemu dengan Walter pengusung dana Global Bahasa Speak Easy. Walter adalah teman dekat dari Jenty owner dari Dunia Bahasa ILC. Saya nanti akan coba cari tahu lagi kontak2 mereka. Walter adalah pengusaha furniture dan kontraktor pembangunan interior toko atau rumah.

    Riswanda adalah bekas manager Celebrity Fitness Kota Kasablanka , Ini saya dengar dari manager – manager Global Bahasa Speak Easy yaitu Pak Sis** . Saya lihat ketika saya di Global Bahasa Speak Easy , saya mulai melihat bahwa owner hidupnya ga beres karena semua staff sales suka pergi dugem dan minum – minuman beralkohol sehabis kerja kemudian, saya juga pernah mendengar selentingan bahwa Pak Riswanda menggunakkan narkoba yaitu Sabu – Sabu, tapi ketika saya belajar di Fakultas pendidikan memang ciri – cirinya hampir sama dengan orang yang pakai begituan. Tapi yang saya heran adalah kenapa semua pendiri sekolah bahasa itu dari Celebrity Fitness ya ? Soalnya kan menurut saya beda perusahaan Fitness dan tempat kursus gitu. Kehancuran Pak Riswanda menurut saya karena gaya hidupnya yang hedonisme dan terlalu duniawi dan saya lihat memang istrinya itu tidak beres juga , yang saya kaget waktu saya ketemu dengan Istrinya itu pakai Jilbab dan kaya orang polos dan baik gitu tapi aduh gila pakai uangnya saya denger – denger suka merong – rong ke Pak Riswan. Tapi Pak RIswan juga ga beres juga menurut saya.

    Tapi yang saya nilai dari Pak Riswanda adalah dia orang yang kuat , tanggung , dan hebat dalam dunia sales terbukti memiliki jumlah member yang banyak , bahkan di kelas saya , saya pernah mengajar 20 orang sekaligus dan kelas sangat panas sehingga saya pernah protes ke manajemen. Tapi tidak ada tanggapan.

    Extra Information about International Language Center (ILC)

    Pemiliknya adalah Husein Sastranegara , Husein Sastranegara ini adalah bekas dari pegawai Celebrity Fitness Puri Indah. Husein ini adalah orang yang sangat lihai karena dia ini adalah penyebab utama hancurnya Rumah Bahasa karena semua staff Rumah Bahasa dibajak , karena saya pernah seketika di Rumah Bahasa Kelapa Gading saya melihat Frendy Horas menangis sendiri dalam ruangan pojok (Jakarta Room) ketika ia ditinggal oleh 90% karyawannya dan semuanya pindah ke ILC dengan dalih gaji lebih tinggi di Tahun 2013 akhir , ketika itu staff hrd rumah bahasa yaitu Mba E**a pernah bercerita ke saya kalau sebenarnya RB itu hancur gara – gara semua pegawainya diambilin sama ILC dan Pak Frendy sudah mengajari orang untuk tau cara kerja RB dan semuanya dibajak oleh ILC. Tapi saya mengambil kesimpulan bahwa di Indonesia ada 250 juta penduduk masak baru kehilangan 90 orang karyawan sudah sedih ga jelas , saya pikir dia malas aja kali ya orangnya Pak Frendy itu. Dan saya yang kaget adalah dulu pass di RB Kelapa Gading , Pak Frendy tiap bulan selalu membayari staff2 salesnya untuk pergi ke Manado , Bali , Singapore , Makassar untuk merayakan kesuksesan penjualan sales yang bagus dan ada staff yang bilang kalau dia ga akan resign karena dia udah cinta sama RB , kemudian orang itulah yang pindah ke ILC dan mengambil semua karyawan RB yang ada , orang itu adalah manajer dari ILC cabang Poins Square Lebak Bulus. Jadi menurut saya yang artikel Frendy mau menipu Lebak Bulus itu mungkin ILC ya. Kemudian ILC sangat berkembang dan sampai punya 9 Cabang. ILC ini sistemnya kaya RB karena dia mengopi persis semuanya dari RB. Semua pegawainya di awal 100% adalah karyawan Rumah Bahasa (Informasi dari HRD Rumah Bahasa). ILC ini selalu melakukan pendaftaran member sebelum kampus jadi sehingga kalau saya pikir ya mereka sebenarnya ga punya modal tapi jualan dulu dapat uang kemudian baru bangun tempat belajarnya jadi terkesan bahwa dia tidak ada modal kalau orang pinter mikirnya. ILC selalu membohingi staffnya bahkan ada teman saya yang mau menikah dijanjikan akan dikasih uang oleh Bossnya yaitu Pak Husein Sastranegara tapi ternyata itu dianggap bukan hadiah perkawinan namun itu adalah hutang sehingga kedua teman saya suami istri keluar dari ILC. Lalu ILC itu sebenarnya tidak punya kurikulum jelas dan ijin sehingga saya kadang2 heran kok Diknas tidak melakukan pengecekkan ya, saya pernah sekali – kali berbicara dengan manajer ILC Poins Square ketika dia mau rekrut saya dari RB ke ILC walaupun pada akhirnya saya memilik GLC. Ketika saya masuk GLC , Bu Fenty pernah bercerita bahwa sebelum ia mendirikan GLC bahwa Boss ILC (Husein Sastranegara) pernah mengajak dia membuka usaha kursus bersama tapi karena Bu Fenty tau bahwa pemilik ILC adalah orang yang sangat licik maka ia memutuskan tidak mau membuka bersama Boss ILC tersebut, sehingag Boss ILC membuka sendiri , Kemudian saya telaah sekali lagi bahwa Logo GLC dan ILC punya kesamaan , coba anda lihat sekali lagi. Ketika ILC mulai berkembang pesat , Pemilik GLC marah2 dan seperti curhat mengatakan bahwa ILC meniru GLC kemudian ILC menyebarkan bahwa GLC meniru ILC. Dalam hati saya kalian berdua yang meniru RB , karena memang saya tahu itu. Karena saya mulai melihat ketidak beresan di GLC , Saya putuskan untuk menyambung hidup untuk memiliki teman dari berbagai perusahaan kursus supaya kalau GLC bangkrut saya masih bisa kerja di tempat lain. Ketika saya mulai punya teman banyak di ILC saya masih bekerja di GLC , saya mulai mendapatkan cerita – cerita horor tentang ILC dari teman saya , tapi anehnya walaupun teman saya ini bercerita horor dia masih bekerja di ILC dari awal berdiri sampe hari ini sementara temannya yang lainnya sudah resign dan mendirikan 7languages Center , World Language Academy , Splash International , ULC. Ceirta yang saya dapat :
    1. Teman saya janji dikasih saham tetapi ga pernah dikasih saham ,1 rupiahpun.
    2. Teman saya dijanjikan mau dikasih mobil Toyota Innova tapi ga dikasih juga sampai hari inipun dia ga punya mobil
    3. Teman saya dijanjikan akan dikasih posisi lebih tinggi tapi ternyata orang baru masuk dengan posisi lebih tinggi.
    4. Teman saya dijanjikan akan dinaikkan gajinya tapi tetap aja gajinya ga naik.
    5. Teman saya diberikan pulpen mont blanc tapi saat hilang , gaji pokoknya dipotong bahkan dipotong saat gajinya sangat kecil karena tidak dapat bonus
    Boss ILC (Husein Sastranegara) ternyata kalau saya nilai juga bisa dikadalin sama teman saya ini , teman saya ini pada akhirnya dia pura – pura resign dan bekerja 1 hari di Dunia Bahasa ILC Serpong Summarecon kemudian dia kembali lagi ke ILC ketika gajinya dinaikkan **.****.***,- (Saya saja kaget karena saya harus kerja 3 bulan dulu sama dengan dia sebulan)dan diberikan uang puluhan juta rupiah.Akhirnya teman saya ini bisa ke Bali dengan pacar laki – lakinya.

    Dari sana saya putuskan tidak mau tahu dan tidak mau masuk ILC karena takut kerja di sana. Kemudian saya masih di GLC sampai mulai ada masalah sehingga saya putuskan saya bekerja di Speak Easy Global Bahasa.

    Extra Information About

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s